CLICK HERE FOR FREE BLOG LAYOUTS, LINK BUTTONS AND MORE! »

Sabtu, 14 Desember 2013


Bayi "Lucu" Bukan Jaminan Saat Dewasa Berwajah Menarik


Bayi memang menggemaskan. Tingkahnya yang lucu dan wajahnya yang polos sulit untuk dilupakan. Terkadang, hanya dengan mengingat polah atau ocehannya, Anda bisa tertawa sendiri. Di balik perilakunya yang menggemaskan, ternyata bayi-bayi ini juga menyimpan "misteri". Selain arti tangisannya, masih ada beberapa hal yang bisa jadi belum Anda ketahui tentang bayi.
1.     Wajah menarik saat bayi bukan jaminan dewasa juga menarik
Sebuah studi yang dimuat dalam Journal Infant Behavior & Development mengungkapkan bahwa tidak ada hubungannya antara wajah lucu saat bayi dengan wajah menarik saat dewasa. Penelitian yang dilakukan terhadap 253 mahasiswi ini dilakukan dengan cara membandingkan foto semasa kecil mereka dengan  wajah saat dewasa.
2.     Mereka pandai berbagi
Penelitian di University of Washington, 47 bayi diteliti perilakunya. Para peneliti mendistribusikan makanan kepada dua orang. Ketika salah satu bayi menerima lebih banyak makanan daripada yang lain, bayi yang lain akan memerhatikannya. Hal ini menunjukkan bahwa mereka mengharapkan distribusi yang adil.  Para peneliti ini menemukan bahwa bayi yang mengetahui adanya ketidakadilan ini akan memiliki sikap yang suka berbagi.
3.     Mereka bisa mengerti kondisi lingkungan
Sebuah studi terbaru dari University of Missouri menemukan bahwa bayi yang berusia 10  bulan mulai mengikuti proses berpikir orang lain. Yayan Luo, seorang profesor psikologi mengungkapkan, "Bayi itu seperti orang dewasa, ketika mereka melihat sesuatu untuk pertama kalinya, ada hal yang mengejutkan mereka, maka mereka akan melihat hal itu dalam waktu yang cukup lama," tambahnya.  Ketika bayi mengalami hal ini maka sudah mengerti adanya perubahan preferensi dan mengerti adanya kejadian di sekitarnya.
4.     Mereka punya sifat "rasis"
Anda pasti diajarkan untuk menghargai setiap orang tanpa membedakan warna kulitnya. Namun menurut penelitian di University od Sheffield di Inggris menemukan bahwa bayi berusia tiga bulan ternyata lebih rasis. Mereka menunjukkan perilaku yang berbeda terhadap wajah dengan ras yang berbeda.
5.     Mereka bisa mengenali nada lagu
Para peneliti dari Brigham Young University menemukan bahwa bayi lima bulan mampu mengindentifikasi nada lagi yang berbeda, misalnya nada sedih, gembira, lagu lambat atau cepat.  Dengan kata lain, ketika mereka mendengarkan lagu gembira, maka mereka akan bertepuk tangan. Ketika memainkan lagi sedih maka mereka akan memalingkan muka.
6.     Mereka bisa membedakan baik dan buruk
Tanpa disangka bayi sudah mulai memiliki tingkat moralitas yang tinggi pada usia enam bulan, demikian menurut penelitian di Yale University. Selama penelitian, bayi disuguhkan dengan pertunjukan boneka kayu. Dua boneka ini memiliki dua karakter yang berbeda, yaitu baik karena suka membantu boneka lainnya naik ke atas bukit, dan boneka jahat yang suka mendorong temannya ke bawah bukit.  Setelah menontonnya berkali-kali, mereka dihadapkan pada kedua boneka. Mereka dengan jelas memilih untuk bermain dengan boneka yang berkarakter baik.

Menangislah
7 KEAJAIBAN Setelah MENANGIS

Siapa bilang menangis tak ada gunanya. Kelamaan menangis memang bisa bikin mata merah dan bengkak. Tapi jangan salah, menangis dan mengeluarkan air mata ternyata bisa jadi obat ajaib yang berguna bagi kesehatan tubuh dan pikiran. Dikutip dari Beliefnet, ini dia 7 keajaiban yang bisa Anda dapatkan setelah menangis dan berair mata.
1.          Membantu penglihatan
Air mata ternyata membantu penglihatan seseorang, jadi bukan hanya mata itu sendiri. Cairan yang keluar dari mata dapat mencegah dehidrasi pada membran mata yang bisa membuat penglihatan menjadi kabur.
2.         Membunuh bakteri
Tak perlu obat tetes mata, cukup air mata yang berfungsi sebagai antibakteri alami. Di dalam air mata terkandung cairan yang disebut dengan lisozom yang dapat membunuh sekitar 90-95 persen bakteri-bakteriyang tertinggal dari keyboard komputer, pegangan tangga, bersin dan tempat-tempat yang mengandung bakteri, hanya dalam 5 menit.
3.         Meningkatkan mood
Seseorang yang menangis bisa menurunkan level depresi karena dengan menangis, mood seseorang akan terangkat kembali. Air mata yang dihasilkan dari tipe menangis karena emosi mengandung 24 persen protein albumin yang berguna dalam meregulasi sistem metabolisme tubuh dibanding air mata yang dihasilkan dari iritasi mata.
4.         Mengeluarkan racun
Seorang ahli biokimia, William Frey telah melakukan beberapa studi tentang air mata dan menemukan bahwa air mata yang keluar dari hasil menangis karena emosional ternyata mengandung racun. Tapi jangan salah, keluarnya air mata yang beracun itu menandakan bahwa ia membawa racun dari dalam tubuh dan mengeluarkannyalewat mata.
5.         Mengurangi stress
Bagaimana menangis bisa mengurangi stres? Air mata ternyata juga mengeluarkan hormon stres yang terdapat dalam tubuh yaitu endorphin leucine-enkaphalin dan prolactin. Selain menurunkan level stres, air mata juga membantu melawan penyakit-penyakit yang disebabkan oleh stres seperti tekanan darah tinggi.
6.         Membangun komunitas
Selain baik untuk kesehatan fisik, menangis juga bisa membantu seseorang membangun sebuah komunitas. Biasanya seseorang menangis setelah menceritakan masalahnya di depan teman-temannya atau seseorang yang bisa memberikan dukungan, dan hal ini bisa meningkatkan kemampuan berkomunikasi dan juga bersosialisasi.
7.         Melegakan perasaan
Semua orang rasanya merasa demikian. Meskipun Anda didera berbagai macam masalah dan cobaan, namun setelah menangis biasanya akan muncul perasaan lega.

Setelah menangis, sistem limbik, otak dan jantung akan menjadi lancar, dan hal itu membuat seseorang merasa lebih baik dan lega. Keluarkanlah masalah di pikiranmu lewat menangis, jangan dipendam karena Anda bisa menangis meledak-ledak.
Jadi, tidak apa-apa kalau Anda menangis sesekali.

Mendisiplinkan Anak Tak Melulu Harus Keras


Mendidik anak untuk jadi disiplin tak berarti Anda harus jadi otoriter dan galak. Mendisiplinkan anak juga bisa dilakukan dengan cara yang penuh cinta. Hanya saja, sering kali saat Anda "lunak" terhadap anak, mereka bisa saja bertingkah dan banyak ulah. Akibatnya, emosi Anda pun meledak.
Dr Kelly Flanagan, seorang psikolog klinis, mengungkapkan, sebenarnya setiap orangtua punya kemampuan untuk mendisiplinkan anak-anaknya dengan cinta dan kasih sayang, tanpa harus marah-marah.
Flanagan mengungkapkan, salah satu kesalahan yang sering dilakukan orangtua adalah mereka kurang memiliki empati terhadap anak-anaknya. Padahal, kunci utama untuk mendisiplinkan anak dengan cinta adalah masuk ke dalam dunia anak-anak. "Banyak orangtua yang lupa bagaimana rasanya menjadi anak kecil. Anda lupa bagaimana rasanya menjadi orang yang tidak punya kekuatan apa pun, punya kehidupan yang selalu diatur setiap hari, dan kehilangan semua kesenangan karena dilarang orangtua. Kita lupa semua itu dan hanya fokus pada kesalahan anak," jelas Flanagan.
Ia menambahkan bahwa ketika orangtua tidak bisa mencari dan menemukan empati terhadap anak-anak di hati kecilnya, maka Anda melepaskan peran sebagai pemimpin keluarga. Jika ingin memimpin dan mendidik anak-anak dengan baik, maka pertama-tama Anda harus menemukan sisi anak-anak dalam diri sendiri.
Beberapa cara, antara lain :
1.         Bertanya
Alih-alih mendikte anak-anak untuk melakukan sesuatu, sebaiknya bertanyalah kepada mereka. Misalnya, bertanya tentang apa yang mereka ingin lakukan, atau mengapa mereka melakukan hal yang salah. Ajak mereka duduk bersama sambil menikmati camilan atau minuman hangat. Dengarkan apa keinginan mereka, dan jika menemukan pertentangan, bicarakan dengan kepala dingin.
2.        Mengingat
Sebagai orang dewasa, Anda sudah pasti pernah menjadi anak kecil. Temukan kembali memori dan sisi anak-anak dalam diri Anda. Hal ini tak berarti memori situasi yang sama, tapi pengalaman dari perasaan yang sama. Jangan mencoba lari dari perasaan ini. Ingatlah bagaimana saat itu orangtua Anda mengatasi masalah ini dan Anda bisa mencontohnya.
3.        Rasakan metode pengasuhan yang Anda terapkan
Cobalah untuk mencari tahu bagaimana rasanya diasuh dengan cara asuh Anda dan pasangan. Tempatkan posisi Anda sebagai anak-anak, dan pasangan sebagai "orangtua" Anda. Lakukan beberapa kesalahan yang sering dilakukan anak dan beri hukuman sesuai aturan Anda. Dengan demikian, Anda jadi tahu bagaimana rasanya berada di posisi anak-anak Anda.
4.        Bermain dengan anak
Ini adalah bagian yang sangat menyenangkan. Sibukkan diri Anda dan dekatkan diri dengan anak-anak lewat aneka permainan anak. Ingatlah bagaimana rasanya bermain bebas. Santai dan nikmati semua permainan agar bisa mengerti isi pikiran anak.
Namun, apakah semua ini berarti Anda bisa membiarkan anak-anak melakukan apa pun yang mereka inginkan? Tentu tidak, tapi ini berarti bahwa ketika Anda melarang, menetapkan batas tertentu atau sampai menghukum anak atas kesalahannya, Anda melakukannya dengan pikiran yang jernih, memahami kondisi anak, dan empati.

Senin, 09 Desember 2013


6 Alasan Harus Cukup Minum Air Putih

Membawa botol air minum dalam perjalanan atau saat pergi ke mana pun mungkin belum menjadi kebiasaan di masyarakat. Bila haus di tengah jalan, kebanyakan dari kita lebih suka membeli sebotol minuman ringan beraroma teh atau soda ataupun air mineral.
Kebutuhan tubuh akan cairan memang tak bisa dibantah. Cairan penting dalam memelihara keseimbangan serta proses metabolisme tubuh. Bila asupan cairan ke dalam tubuh tak seimbang dengan pengeluaran, maka dipastikan Anda akan mengalami gangguan ataupun dehidrasi.    
Dalam memenuhi kebutuhan cairan, sebaiknya pilihlah minuman yang baik dan tak menimbulkan risiko bagi kesehatan. Salah satu yang terbaik tentunya adalah air putih, meski faktanya cairan ini kalah populer ketimbang minuman beraroma dan beraneka rasa yang beredar di pasaran.
Nah supaya Anda tidak meremehkan khasiat air putih, berikut adalah enam  fakta ilmiah betapa kebiasaan minum cukup air putih setiap hari penting bagi tubuh..
1.   Mempertahankan keseimbangan cairan tubuh 
Fakta medis menunjukkan tubuh manusia 60 persennya terdiri dari cairan.  Fungsi-fungsi cairan ini adalah untuk proses pencernaan, penyerapan, sirkulasi, produksi air ludah, transportasi nutrisi, dan mempertahankan suhu tubuh.
2.  Membantu mengendalikan kalori
Sejak lama, orang yang sedang menjalani program diet melakukan kebiasaan banyak minum air putih sebagai strategi menurunkan berat badan. Meskipun air tidak menghasilkan efek magis, menggunakannya sebagai pengganti minuman berkalori tinggi tentu saja akan sangat membantu. "Program diet akan berhasil jika  Anda memilih air atau minuman non-kalori sebagai pengganti minuman yang kalori. Lalu diet dengan makanan yang kaya cairan yang lebih menyehatkan, berisi dan membantu Anda memangkas kalori," ungkap peneliti dari University State of Pennsylvania Barbara Rolls, PhD, penulis buku The Volumetrics Weight Control Plan.
3.  Membantu membangkitkan otot 
Sel-sel yang tidak mampu mempertahankan keseimbangan akan cairan dan elektrolit akan berakibat pada kelelahan otot. Ketika sel-sel otot tidak memiliki cairan yang cukup, mereka tidak akan berfungsi dengan baik dan kemampuannya berkurang. Minum air saat berolahraga juga sangat penting. American College of Sports Medicine merekomendasikan bahwa dua jam sebelum berolahraga sebaiknya seseorang meminum 17 ons cairan.
4.  Membuat kulit tetap bercahaya
Kulit Anda sebenarnya mengandung banyak air dan berfungsi sebagai benteng dalam mencegah ekses hilangnya cairan tubuh. Namun, jangan harap kelebihan cairan dapat dijadikan sebagai cara ampuh menghilangkan kerutan dari garis pada kulit.     
5.  Memelihara fungsi ginjal
Cairan tubuh merupakan media yang juga mentransportasikan sisa atau limbah untuk keluar dan masuk ke dalam sel. Racun utama dalam tubuh adalah nitrogen urea darah, sejenis cairan yang dapat melewati ginjal untuk kemudian diproses dan dieksresikan dalam bentuk urine.   Ketika tubuh memiliki cukup cairan, urine akan mengalir bebas, jernih, dan bebas bau. Ketika tubuh tidak punya cukup cairan, konsentrasi urine, warna, dan bau akan lebih kentara karena ginjal harus menyerap cairan ekstra untuk menjalankan fungsinya. Tak heran bila Anda minum sedikit air, risiko Anda mengalami batu ginjal akan meningkat terutama pada iklim hangat atau panas.
6.  Mempertahankan fungsi normal usus 
Asupan cairan yang cukup akan membuat makanan yang melewati saluran cerna dapat mengalir lancar dan mencegah terjadinya konstipasi. Ketika Anda tidak punya cukup cairan, usus akan menyerap cairan dari feses atau tinja untuk tetap menjaga hidrasi. Alhasil, tentu saja buang air besar Anda akan bermasalah.