Bayi "Lucu" Bukan Jaminan Saat
Dewasa Berwajah Menarik
Bayi memang menggemaskan. Tingkahnya yang lucu dan
wajahnya yang polos sulit untuk dilupakan. Terkadang, hanya dengan mengingat
polah atau ocehannya, Anda bisa tertawa sendiri. Di balik perilakunya yang
menggemaskan, ternyata bayi-bayi ini juga menyimpan "misteri". Selain
arti tangisannya, masih ada beberapa hal yang bisa jadi belum Anda ketahui
tentang bayi.
1. Wajah menarik saat bayi bukan jaminan dewasa
juga menarik
Sebuah
studi yang dimuat dalam Journal Infant Behavior &
Development mengungkapkan bahwa tidak ada hubungannya antara wajah
lucu saat bayi dengan wajah menarik saat dewasa. Penelitian yang dilakukan
terhadap 253 mahasiswi ini dilakukan dengan cara membandingkan foto semasa
kecil mereka dengan wajah saat dewasa.
2. Mereka pandai berbagi
Penelitian
di University of Washington, 47 bayi diteliti perilakunya. Para peneliti
mendistribusikan makanan kepada dua orang. Ketika salah satu bayi menerima
lebih banyak makanan daripada yang lain, bayi yang lain akan memerhatikannya.
Hal ini menunjukkan bahwa mereka mengharapkan distribusi yang adil. Para
peneliti ini menemukan bahwa bayi yang mengetahui adanya ketidakadilan ini akan
memiliki sikap yang suka berbagi.
3. Mereka bisa mengerti kondisi lingkungan
Sebuah
studi terbaru dari University of Missouri menemukan bahwa bayi yang berusia
10 bulan mulai mengikuti proses berpikir orang lain. Yayan Luo, seorang
profesor psikologi mengungkapkan, "Bayi itu seperti orang dewasa, ketika
mereka melihat sesuatu untuk pertama kalinya, ada hal yang mengejutkan mereka,
maka mereka akan melihat hal itu dalam waktu yang cukup lama,"
tambahnya. Ketika bayi mengalami hal ini
maka sudah mengerti adanya perubahan preferensi dan mengerti adanya kejadian di
sekitarnya.
4. Mereka punya sifat "rasis"
Anda
pasti diajarkan untuk menghargai setiap orang tanpa membedakan warna kulitnya.
Namun menurut penelitian di University od Sheffield di Inggris menemukan bahwa
bayi berusia tiga bulan ternyata lebih rasis. Mereka menunjukkan perilaku yang
berbeda terhadap wajah dengan ras yang berbeda.
5. Mereka bisa mengenali nada lagu
Para
peneliti dari Brigham Young University menemukan bahwa bayi lima bulan mampu
mengindentifikasi nada lagi yang berbeda, misalnya nada sedih, gembira, lagu
lambat atau cepat. Dengan kata lain, ketika mereka mendengarkan lagu
gembira, maka mereka akan bertepuk tangan. Ketika memainkan lagi sedih maka mereka
akan memalingkan muka.
6. Mereka bisa membedakan baik dan buruk
Tanpa disangka
bayi sudah mulai memiliki tingkat moralitas yang tinggi pada usia enam bulan,
demikian menurut penelitian di Yale University. Selama penelitian, bayi
disuguhkan dengan pertunjukan boneka kayu. Dua boneka ini memiliki dua karakter
yang berbeda, yaitu baik karena suka membantu boneka lainnya naik ke atas
bukit, dan boneka jahat yang suka mendorong temannya ke bawah bukit. Setelah menontonnya berkali-kali, mereka
dihadapkan pada kedua boneka. Mereka dengan jelas memilih untuk bermain dengan
boneka yang berkarakter baik.



